Berapa Lama Kita Bisa Menguasai Bahasa Jepang?



Basasing - Hallo teman-teman sahabat bahasa asing bertemu kembali dengan saya sebagai penulis. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas mengenai tata bahasa Jepang, kanji, atau apapun karena saya akan membahas mengenai pertanyaan seputar teman-teman yang bertanya butuh berapa lama agar kita bisa menguasai bahasa Jepang? Saya akan mencoba menjelaskannya menurut saya sebagai pembelajar bahasa Jepang.

Baik teman-teman kita mulai saja terlebih dahulu, teman-teman sudah paham bahwa bahasa Jepang berbeda dengan bahasa lainnya karena apa? 
ya, karena Jepang adalah salah satu bahasa yang memiliki tiga aksara yaitu kanji, hiragana, dan katakana. Kemudian bahasa Jepang juga dikenal sebagai bahasa yang rumit karena apa? karena kanji? menurut saya bahasa Jepang tidak dikenal rumit kalau kita mengenal kanji karena kanji sendiri yang membuat bahasa Jepang itu mudah. Percaya atau tidak?

Mungkin teman-teman sering bertanya mengapa kanji yang sesulit itu dapat membuat bahasa Jepang mudah?
Baik teman-teman, kita mengetahui bahwa kanji adalah sebuah aksara yang diserap oleh Jepang pada  sekitar tahun 500-600 dengan mengirim utusan-utusan Jepang dinamakan kenzuishi dan kentoushi untuk belajar dari China. Karakter China yang memiliki puluhan ribu atau bahkan mungkin ratusan ribu yang diserap oleh Jepang. Namun tahukah kamu bahwa dari puluhan atau ratusan ribu kanji yang diserap oleh utusan Jepang kala itu, sekarang yang dipakai sekitar 1945 kanji yang teman-teman diharapkan bisa. Dalam setiap karakter kanji memiliki artinya masing-masing bukan? Teman-teman yang merasa mengeluh karena banyaknya cara baca kun dan on kanji mulai sekarang mencoba untuk tidak mengeluh terhadap hal tersebut. Kita juga harus melihat kanji berdasarkan radikal kanji tersebut karena biasanya cara baca on mereka sama contohnya:

績 : セキ 
積 : セキ
責 : セキ  

Bagaimana teman-teman sudah melihat persamaannya? ya, teman-teman sudah melihat persamaannya. Pertama adalah kanji diatas dibaca secara on adalah セキ. kedua adalah kanji tersebut memiliki radikal kanji 責. Meskipun kita lupa akan kanji yang kita pelajari, hal tersebut bukanlah sebuah kegagalan ingat kata pepatah manusia mudah lupa oleh karena itu teman-teman diharapkan untuk terus mengasah kemampuan kanji teman-teman meskipun teman-teman melupakan kanji yang baru saja dipelajari, namun teman-teman harus mengulang kembali dan jangan pernah menyerah. Itu adalah kata kunci belajar kanji. 

Setiap kita menulis kanji kita akan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menulis kanji tersebut. Hal tersebut tidak seperti bahasa-bahasa Eropa lainnya yang menggunakan tulisan alphabetic sehingga hal tersebut familiar bahkan untuk orang Indonesia dan dapat mudah untuk belajar kosakata tidak seperti belajar kanji. Namun percayalah dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. Saya memberikan pengalaman saya ketika belajar bahasa Jepang pertama kali. Pada saat itu saya benar-benar kesal dengan kanji karena kun dan on. Namun seiring dengan perjalanan saya belajar bahasa Jepang,perlahan-lahan saya mulai memahami makna kalimat dengan melihat beberapa kanji. Jika kita sudah mempelajari kanji kita akan mudah menangkap maksud dari kalimat contohnya adalah はなすdan 話す. Ketika kita membaca hiragana kita akan lebih memakan waktu baik untuk membaca dan memahami kosakata tersebut artinya apa, namun berbeda ketika hal tersebut diubah menjadi kanji. Dengan melihat kanji tersebut tanpa membaca kita sudah dapat memahami arti dari kosakata tersebut.

Kemudian kita beranjak menuju tata bahasa Jepang. Jepang memiliki tata bahasa yang banyak sekali teman-teman. Jika kita melihat dari berbagai website seperti Japaneseforyou kemudian melihat berapa artikel mengenai tata bahasa Jepang mencapai seratus sampai dua ratus tata bahasa. Bagaimana cara mempelajari tata bahasa yang sebanyak itu? Saya mempelajari tata bahasa Jepang sesuai dengan kebutuhan atau yang mungkin sering dituturkan atau mungkin sering terdengar namun teman-teman dapat juga mempelajari semua tata bahasa Jepang. Saya juga memiliki beberapa teman lulusan sastra Jepang yang mengatakan bahwa belajar tata bahasa jangan semuanya sesuai dengan kebutuhan saja. Berdasarkan hal tersebut saya mencoba untuk memilah-milah tata bahasa yang saya anggap penting atau mungkin juga beberapa materi yang Sensei berikan. Belum lagi dalam bahasa Jepang terdapat penggunaan bahasa slang seperti kansaiben. Belajar bahasa bukan hanya membaca habis itu selesai tetapi teman-teman diharuskan untuk membuat kalimat dari tata bahasa yang teman-teman pelajari karena jika hanya belajar tata bahasa tapi tidak membuat sebuah kalimat itu adalah hal yang sia-sia menurut saya. 

Lantas berapa lama agar kita dapat menguasai bahasa?
Saya jawab secara singkat yaitu seumur hidup. Ingat pepatah manusia belajar sejak bayi hingga mereka meninggal, mengutip dari hal tersebut dapat saya analisis yaitu bahwa manusia belajar sejak bayi hingga mereka meninggal. Begitu pula dengan belajar bahasa, tidak ada yang namanya belajar bahasa selama satu tahun maupun dua tahun maka mereka langsung ahli dalam bahasa yang mereka pelajari. Ibarat dari sebuah game adalah ketika kita memulai belajar sesuatu itu adalah titik start dan titik final adalah ketika kita sudah meninggal. Saya membaca mengenai penelitian dalam beberapa artikel mengenai pembelajaran bahasa apakah orang dewasa dapat berbicara seperti level native speaker. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang sudah dewasa tidak dapat mencapai level native speaker namun tidak menutup kemungkinan juga kita dapat berbicara dengan mereka walaupun kita tidak setara dengan mereka. Belajar di waktu muda seperti mengukir di batu tetapi belajar di waktu tua seperti mengukir di air apakah teman-teman mengenal peribahasa ini? maka dari itu gunakanlah waktu muda teman-teman untuk belajar. Mungkin hanya itu saja cerita saya mengenai artikel kali ini. Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan teman-teman. Sampai jumpa dan terima kasih telah membaca artikel ini. 
Berapa Lama Kita Bisa Menguasai Bahasa Jepang? Berapa Lama Kita Bisa Menguasai Bahasa Jepang? Reviewed by Fikri Haikal on May 24, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.