Opini Mengenai Pentingnya Belajar Kanji Bagi Pembelajar Bahasa Jepang




Basasing.com - Halo minasan bertemu kembali di blog basasing. Pada artikel ini saya tidak ingin membahas mengenai tata bahasa atau penerjemahan atau lainnya melainkan saya ingin membahas persepsi saya mengenai kanji. Pasti minasan yang sudah belajar bahasa Jepang sudah sangat familiar dengan pelajaran kanji. Terkadang saya juga risih dengan anggapan mereka bawa kanji itu membuat bahasa Jepang sulit. Mungkin artikel ini saya mau menjawab benarkah hal tersebut dari pandangan saya sendiri. Maka dari itu saya ingin membahas perihal benarkah kanji itu membuat bahasa Jepang menjadi sulit? Oke minasan berikut ini adalah pandangan saya mengenai keluh kesah belajar kanji.

1. Cara Baca 

    Mungkin diantara teman-teman punya anggapan bahwa kanji membuat belajar bahasa Jepang sulit. Namun saya juga tidak bisa memungkiri bahwa hal tersebut memang benar. Akan tetapi hal itu terjadi ketika saya memulai belajar bahasa Jepang dan harus menghadapi kanji. Saya masih pusing ketika harus mengenal cara baca kunyomi maupun onyomi, kapan harus menggunakan kunyomi dan onyomi, atau ketika suatu kanji bertemu kanji lain memiliki cara baca yang berbeda, atau kanjinya sama namun cara bacanya berbeda. Namun seiring dengan minasan belajar bahasa Jepang, minasan akan terbiasa kapan harus menggunakan kunyomi maupun onyomi. Bagi saya hal yang paling merepotkan dalam membaca kanji adalah ketika membaca nama-nama kota, wilayah, nama sungai maupun jalan. 

2. Kanjinya A Seharusnya Dibaca A Namun Dibaca B

    Saya pernah mendapatkan sebuah lirik lagu dimana penyanyi mengatakan sora atau diartikan sebagai langit dan seharusnya menggunakan kanji 空 malah menggunakan kanji 宇宙. Hal tersebut membuat saya sendiri bertanya-tanya mengapa begini. Namun saya tidak pernah menganggap bahwa hal tersebut bahkan saya menganggap bahwa hal tersebut menjadi sebuah pengetahuan yang baru. Contohnya lagi adalah 理解する. saya mengetahui bahwa kanji tersebut dibaca rikai-suru, namun pada sebuah lirik lagu kanji tersebut dibaca wakaru. Hal tersebut membuat saya terheran karena saya melihat lirik lagu sebagai ajang untuk rodoku tetapi apa yang tertulis dengan apa yang diucapkan itu berbeda. Itu adalah beberapa contoh yang dapat saya berikan tapi masih banyak contoh-contoh yang mungkin pernah saya temui namun tidak saya ingat. 

3. Banyaknya Kanji 

    Saya mengetahui bahwa ketika saya memulai belajar bahasa Jepang, saya harus berhadapan dengan kanji. Pada saat itu saya menggunakan buku Basic Kanji Book Vol. 1 dan 2 maupun Intermediate Kanji Book Vol. 1 dan menanggap bahwa banyak sekali kanji yang harus dipelajari ketika belajar bahasa Jepang. Saya pernah mencari-cari baik itu di internet maupun buku-buku bahwa penguasaan kanji untuk mencapai level N1 sekitar 2000 kanji dan N2 sekitar 1000 kanji. Pada saat yang bersamaan ketika saat itu saya masih level N5, saya menganggap bahwa "kanji N5 saja sudah membuat saya pusing lalu bagaimana dengan kanji N2 yang jumlahnya ribuan?". Namun semakin saya belajar bahasa Jepang saya semakin mengerti bahwa saya benar-benar membutuhkan kanji baik ketika membaca artikel, koran, maupun menerjemahkan lirik lagu. Dengan penguasaan kanji yang banyak saya menjadi memahami artikel ataupun lainnya bahkan kecepatan saya memahami bagaimana kecepatan saya mengetahui untuk membaca kanji yang tertulis mungkin 0.0000001. Saya juga menyadari bahwa terkadang saya lupa akan yang namanya cara baca sehingga mau tidak mau harus belajar kembali. Mungkin disini kita mengenal peribahasa "namanya juga manusia sering lupa". Namun hal tersebut tidak membuat semangat saya pudar dalam belajar kanji malahan semakin semangat dalam mempelajarinya. Bahkan ketika ujian bahasa Jepang atau JLPT saya mencoba untuk mencari poin penuh dalam kanji.

4. Homofon Kanji

    Apakah minasan sudah tahu tentang homofon? Homograf adalah cara baca suatu bahasa itu sama namun memiliki arti yang berbeda. Dalam bahasa Jepang banyak ditemui homofon dalam pengucapan namun memiliki arti yang berbeda ketika kita melihat kanjiya.Contoh homofon yang sering minasan dengar mungkin penggunaan kami dalam bahasa Jepang. Kanji kami dalam bahasa Jepang yaitu 髪, 神, 紙dalam bahasa Jepang kami memiliki tiga arti yaitu dewa, gunting, dan rambut. Coba bayangkan minasan hanya menulis dengan hiragana atau bertemu hiragana かみ、mungkin minasan akan kebingungan maksudnya かみ dapat diartikan sebagai dewa, gunting atau rambut? Jika hiragana kami diubah menjadi salah satu antara 髪, 神, 紙 pasti teman-teman langsung mengetahui artinya. Nah hal ini merupakan alasan kuat bagi saya mengapa pembelajar bahasa Jepang harus mempelajari kanji. Contohnya lainnya adalah seperti kalimat 1 dibawah ini:

ははははではをみがく。

Mungkin beberapa diantara minasan sudah mengetahui arti kalimat tersebut namun beberapa diantara minasan juga ada yang belum mengetahui artinya. Pertanyaannya banyak sekali hiragana は?saya bahas satu persatu minasan. Dua hiragana pertama yaitu はは adalah kanji 母 artinya ibu, satu hiragana は adalah partikel topik. satu hiragana は selanjutnya adalah 葉 atau berarti daun. は selanjutnya adalah kanji 歯 yang memiliki arti daun. migaku みがく artinya menggosok. Jika kita memasukkan kanji tersebut dalam kalimat 2 seperti dibawah ini:

母は葉で葉を磨く。

    Artinya adalah "ibu menggosok gigi dengan daun". Coba sekarang minasan bandingkan kalimat 1 dan kalimat 2, mana yang lebih mudah dipahami secara arti apakah kalimat 1 atau kalimat 2? Kalau minasan beranggapan bahwa kanji yang baru dipelajar minasan sedikit, hal itu tidak masalah karena kita sama-sama belajar seiring dengan waktu kanji yang minasan ketahui akan semakin bertambah.

    Kesimpulan bagi saya adalah jika minasan menganggap kanji itu adalah hal yang mempersulit dalam belajar bahasa Jepang, bagi saya hal itu adalah sah-sah saja sebagai opini minasan namun yang perlu saya tekankan disini adalah minasan jangan sampai membenci kanji atau bahkan berhenti belajar kanji. Ketika membaca teks dalam bahasa Jepang terdapat beberapa kanji membuat saya tertantang untuk membaca kanji tersebut. Kanji-kanji tersebutlah yang membantu saya ketika saya menghadapi ujian JLPT sehingga saya sangat bersyukur ketika mengetahui kanji. Jika minasan baru belajar bahasa Jepang mungkin akan beranggapan bahwa kanji itu sulit, kan? Banyaknya cara baca maupun kanji serupa membuat kita sering berkeluh-kesah mengenai kanji. Namun apakah nanti ketika minasan sudah level menengah atau level mahir akan membenci kanji atau menganggap bahwa kanji itu sulit?  saya ingin mengetahui opini minasan. Opini diatas merupakan opini saya mengapa kanji dapat membuat bahasa Jepang itu mudah. Jika minasan memiliki opini lain silahkan tulis di komentar. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Opini Mengenai Pentingnya Belajar Kanji Bagi Pembelajar Bahasa Jepang Opini Mengenai Pentingnya Belajar Kanji Bagi Pembelajar Bahasa Jepang Reviewed by Fikri Haikal on November 29, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.